Tuesday, March 3, 2009

ALAT BANTUAN PERNAFASAN VENTILATOR

Ventilator Mekanik
suatu alat yang mampu membantu (sebagian) atau mengambil alih (seluruh) fungsi pertukaran gas paru untuk mempertahankan hidup.

Sejarah Ventilator
Sebelum 1900: Penggunaaan respirator u/ tujuan penelitian.
  • 1900 CPAP ditemukan u/ operasi bedah thoraks untuk mencegah pneumothorax
  • 1930 Poliomyelitis menyebabkan EMERSON mengembangkan apa yg disebut paru-paru besi - “Iron Lung”
  • 1940 Penemuan Intermitten Positive Pressure Breath (IPPB) untuk “lung inflation therapy” dan short term ventilation
  • 1950 Epidemi Polio di Denmark mencetuskan dimulainya produksi lebih dari 20 ventilator oleh perusahaan u/ memenuhi kebutuhan pasar.

Ventilator ~ ventilasi
Ventilasi = keluar masuknya udara dari atmosfer ke alveolus
Ventilator = menghantarkan (delivery) udara/gas TEKANAN POSITIF ke dalam paru
Ventilasi semenit = TV x RR (frekuensi nafas)
TV = 5-7 cc/kgBB
RR = 10 –12 kali/menit
Compliance = Pengukuran dari elastisitas paru dan dinding dada
Nilai compliance mengekspresikan adanya perubahan volume akibat perubahan dari tekanan (pressure)

TUJUAN KLINIS / INDIKASI

GAGAL NAFAS HIPOKSEMIK:
Reverse hypoxemia dgn pemberian PEEP dan konsentrasi O2 tinggi (ARDS,edema paru atau pneumonia akut)

GAGAL NAFAS VENTILASI:
Reverse acute respiratory acidosis
  • Koma : trauma kepala, encefalitis, overdosis, CPR
  • Trauma med spinalis, polio, motor neuron disease
  • Polineuropati, miastenia gravis
  • Anesthesia (relaksan u/operasi, tetanus, epilepsi)

STABILISASI DINDING DADA:
Flail chest

MENCEGAH ATAU MENGOBATI ATELEKTASIS

Kriteria untuk bantuan ventilasi mekanik

PARAMETER INDIKASI VENTILASI NORMAL RANGE
Mekanik (RR) > 35x/m 10-20x/m
TV (cc/kg) < 5 5-7
Oksigenasi (PaO2- mmHg) < 60 dg FiO2 0,6 75-100 (air)
P(A-aDO2) mmHg > 350 25-65(FiO2 1.0)
Ventilasi (PaCO2-mmHg) > 60 35-45

TUJUAN FISIOLOGIS
MEMPERBAIKI VENTILASI ALVEOLAR
MEMPERBAIKI OKSIGENASI ALVEOLAR (FiO2, FRC,V'A)
MEMBERIKAN PUMP SUPPORT ( ME WOB)

Consensus conference on mechanical ventilation, Int Care Med 1994, 20:64-79

Jenis Jenis Ventilator
pembagian berdasarkan cara penghentian inspirasi :
Time Cycle
Pressure Cycle : sering u/ pediatrik dan neonatus
Volume Cycle : paling banyak di ICU
Ekspirasi bersifat pasif

Mode Ventilator
Control Ventilation
Assisted Control Ventilation
(S)IMV : (Sinchronized) Intermitent Mandatory Ventilator
CPAP : Continous Positive Airway Pressure

Komponen Setting Ventilator
FiO2 : fraksi oksigen
Volume Tidal : 5 – 7 cc/kgBB
Frekuensi Napas : 10 – 12 x/mnt
I : E Ratio (Rasio Inspirasi : Ekspirasi)
PEEP : Positive End Exspiracy Pressure, (3 – 5 cmH2O)

Pemantauan dan Perawatan
Faktor Mekanik
Pemasangan Ventilator
Pemantauan dan Perawatan Pasien

Pemantauan Faktor Mekanik
Kabel sumber tenaga (PLN)
Tekanan gas sentral
Humidifier baik dan terisi air
Perawatan ET
Sirkuit : kebocoran, tertekuk

Pemantauan Faktor Mekanik
Kabel sumber tenaga (PLN)
Tekanan gas sentral
Humidifier baik dan terisi air
Perawatan ET
Sirkuit : kebocoran, tertekuk

Setting Ventilator
Parameter :
Frekuensi napas
Volume tidal
Minute volume
Peak airway pressure
Fraksi oksigen
I : E rasio
PEEP
Suhu humidifier
Sistem Alarm

Komplikasi Ventilasi Mekanik
Kardiovaskuler : penurunan cardiac output, disritmia.
Pulmonal
Gangguan keseimbangan cairan
Infeksi
Komplikasi akibat efek pemasangan.

Komplikasi Pulmonal
Barotrauma
Atelektasis
Kerusakan trakea
Oksigen toxicity
Gangguan weaning (penyapihan)
Hypercapnia
Hypocapnia

Pemantauan Pasien
Pemeriksaan fisik
Alih baring
X foto thoraks
Saturasi oksigen
BGA : Blood Gas Analyze
Suction berkala
Komplikasi

Perawatan pasien dengan ventilator
Prinsip
Mencukupi kebutuhan oksigen
Memperbaiki pengeluaran CO2
Mencegah penyulit

Masalah Keperawatan
Tidak efektifnya pola nafas
Tidak efektifnya bersihan jalan nafas
Gangguan pertukaran gas

Pola nafas inefektif
Tx
Cek tekanan cuff ET
Monitor : ET, Sat O2, Ventilasi, Klinis px.
Mempertahankan PEEP
Menghindari penumpukan air di sirkuit
Monitor weaning pasien

Inefektif bersihan jalan nafas
Tx
Suction berkala
Atur posisi
Fisioterapi dada

masalah keperawatan (lanjutan)
Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi
Resiko kelebihan cairan
Resiko injury (perdarahan GI)
Resiko infeksi pulmonari

masalah keperawatan (lanjutan)
Cemas dan takut
Gangguan komunikasi

No comments:

Post a Comment

Post a Comment